Rabu, 22 Agustus 2012

PELAYANAN KESEHATAN ANAK DAN BALITA




  BAB I
PENDAHULUAN


A.    LATAR BELAKANG 
Kesehatan ibu dan anak adalah pangkal kesehatan dan kesejahteraan bangsa. Ibu sehat akan melahirkan anak yang sehat, menuju keluarga sehat dan bahagia. Mengingat anak-anak merupakan salah satu aset bangsa maka masalah kesehatan anak memerlukan prioritas masih cukup tinggi.
Sekitar 37,3 juta penduduk di Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan, setengah dari total rumah tangga mengkonsumsi makanan kurang dari kebutuhan sehari-hari, lima juta balita berstatus gizi kurang, lebih dari 100 juta penduduk beresiko terhadap berbagai masalah kurang gizi.
Dalam hal kematian, Indonesia mempunyai komitmen untuk mencapai sasaran Millenium Development Goals (MDG’s) untuk mengurangi jumlah penduduk yang miskin dan kelaparan serta menurunkan angka kematian balita menjadi tinggal setengah dari keadaan pada tahun 2000 (Syarief,Hidayat.2004).
Sumber daya manusia terbukti sangat menentukan kemajuan dan keberhasilan pembangunan suatu Negara. Terbentuknya sumber daya manusia yang berkualitas, yaitu sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif.
Pada bayi dan balita, kekurangan gizi dapat mengakibatnya terganggunya pertumbuhan dan perkembangan fisik, mental dan spiritual. Bahkan pada bayi, gangguan tersebut dapat bersifat permanen dan sangat sulit untuk diperbaiki. Dengan demikian akan mengakibatkan rendahnya kualitas sumber daya manusia. Negara dan bangsa juga akan menderita bila ibu, anak dan keluarga serta masyarkat tidak sehat.Sebab kematian balita sangat erat hubungannya dengan tingkat sosial ekonomi, keadaan gizi dan pelayanan kesehatan. 

B.     RUMUSAN MASALAH 
1)      Apa yang dimaksud dengan pelayanan kesehatan anak balita? 
2)      Apa tujuan dilaksanakannya pelayanan kesehatan anak balita?
3)      Siapa saja sasaran dari pelayanan kesehatan anak balita?
4)      Apa saja Upaya/Kegiatan pelayanan kesehatan anak balita?

C.    TUJUAN 
1)      Untuk mengetahui yang dimaksud dengan pelayanan kesehatan anak balita
2)      Untuk mengetahui apa tujuan dilaksanakannya pelayanan kesehatan anak balita
3)      Untuk mengetahui siapa saja sasaran dari pelayanan kesehatan anak balita 
4)   Untuk mengetahui apa saja upaya/kegiatan pelayanan kesehatan anak balita


BAB II
PEMBAHASAN

A.    DEFINISI
Pelayanan kesehatan anak balita adalah pelayanan di bidang kesehatan yang menyangkut kesehatan anak balita. Balita merupakan anak usia 1-5 tahun. Pelayanan kesehatan pada anak balita, meliputi:
a.         Pemeriksaan kesehatan anak balita secara berkala, meliputi:
1)   Pemantauan tumbuh kembang untuk meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak melalui deteksi dini dan stimulasi tumbuh kembang.
2)   Pencegahan kecelakaan
3)   Kesehatan pola tidur
b.         Penyuluhan pada orang tua, mengenai:
1)   Kebersihan anak
2)   Perawatan gigi
3)   Perbaikan gizi/pola pemberian makan anak
4)   Kesehatan lingkungan.
5)   Pendidikan seksual dimulai sejak balita (sejak anak mengenal identitasnya sebagai laki-laki atau perempuan)
6)   Perawatan anak sakit
7)   Jauhkan anak dari bahaya
8)   Cara menstimulasi perkembangan anak
c.         Imunisasi dan upaya pencegahan penyakit
d.        Pemberian vitamin A, kapsul vit.A berwarna merah diberikan 2 kali dalam setahun
e.  Identifikasi tanda kelainan dan penyakit yang mungkin timbul pada bayi dan cara menanggulanginya

B.     TUJUAN DILAKSANAKAN 
1.   Untuk meningkatkan kemampuan masyarakat khsususnya ibu dalam pelayanan  dan meningkatkan kesehatan anak balita. 
2.      Untuk mengetahui secara dini tentang kondisi kesehatan anak balita. 

C.    SASARAN 
1.    Sasaran Primer 
Sasaran primer dalam promosi kesehatan adalah masyarakat pada umumnya sesuai dengan masalah kesehatan anak balita maka sasaran ini ditujukan orang tua(bapak dan ibu) 
2.     Sasaran sekunder 
Sasaran sekunder dalam  promosi kesehatan menganai pelayanan kesehatan anak balita yaitu tokoh masyarakat,tokoh agama, tokoh adat.Para tokoh ini diharapkan dapat memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu ,disamping itu  dengan perilaku sehat tokoh masyarakat sebagai hasil dari pendidikan yang di terima maka para tokoh masyarakat akan menjadi panutan dalam hal perilaku dan pola hidup yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan anak balita. 
3.    Sasaran Tersier
Sasaran Tersier dalam promosi kesehatan adalah para pembuat keputusan dangan kebijakan- kebijakan yang dibuat oleh kelompok, kelompok  tersier ini diharapkan akan berdampak pada tokoh masyarakaat dan juga kepada ibu sehingga dapat meningkatkan kesehatan anak balita.

 D.    UPAYA/KEGIATAN 
Upaya promosi kesehatan dalam pelayanan kebidanan meliputi :
a. Upaya Promotif
Upaya promotif adalah upaya promosi kesehatan yang ditujukan untuk meningkatkan status/ derajad kesehatan yang optimal. Sasarannya adalah kelompok orang sehat. Tujuan upaya promotif adalah agar masyarakat mampu meningkatkan kesehatannya, kelompok orang sehat meningkat dan kelompok orang sakit menurun. Bentuk kegiatannya adalah pendidikan kesehatan tentang cara memelihara kesehatan.
b. Upaya Preventif
Upaya preventif adalah upaya promosi kesehatan untuk mencegah terjadinya penyakit. Sasarannya adalah kelompok orang resiko tinggi. Tujuannya untuk mencegah kelompok resiko tinggi agar tidak jatuh/ menjadi sakit (primary prevention). Bentuk kegiatannya seperti imunisasi.
c. Upaya Kuratif
Upaya kuratif adalah upaya promosi kesehatan untuk mencegah penyakit menjadi lebih parah melalui pengobatan. Sasarannya adalah kelompok orang sakit (pasien) terutama penyakit kronis. Tujuannya kelompok ini mampu mencegah penyakit tersebut tidak lebih parah (secondary prevention). Bentuk kegiatannya adalah pengobatan.
d. Upaya Rehabilitatif
Upaya rehabilitatif adalah upaya promosi kesehatan untuk memelihara dan memulihkan kondisi/ mencegah kecacatan. Sasarannya adalah kelompok orang yang baru sembuh dari penyakit. Tujuannya adalah pemulihan dan pencegahan kecacatan (tertiary prevention).
1.      Deteksi dini penyimpangan pertumbuhan
Deteksi dini penyimpangan pertumbuhan dilakukan di semua tingkat pelayanan. Adapun pelaksana dan alat yang digunakan adalah sebagai berikut:
Tingkat Pelayanan
Pelaksana
Alat yang digunakan
Keluarga, masyarakat
·         Orang Tua
·         Kader kesehatan
·         Petugas PAUD, TPA, dan guru TK
§  KMS
§  Timbangan
Puskesmas
·         Dokter
·         Bidan
·         Perawat
·         Ahli Gizi
§  Tabel BB/TB
§  Grafik LK
§  Timbangan
§  Alat ukur tinggi badan
§  Pita pengukur lingkar kepala

Deteksi Dini penyimpangan pertumbuhan, meliputi: 
a)      Pengukuran berat badan terhadap tinggi badan (BB/TB)
Dilakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan. Dari angka berat badan dan tinggi badan tersebut, lihat bagian atas kolom untuk mengetahui angka standar deviasi (SD). (Tabel berat badan/tinggi badan terlampir).
b)      Pengukuran lingkar kepala
Dilakukan pengukuran lingkar kepala dengan menggunakan pita pengukur, hasil pengukuran dicatat pada grafik lingkar kepala menurut umur dan jenis kelamin anak (Grafik lingkar kepala terlampir). Buat garis yang menghubungkan antara ukuran yang lalu dengan ukuran yang sekarang.
Bila ukuran LK anak berada dijalur hijau maka lingkar kepala anak normal, sebaliknya apabila diluar jalur hijau lingkar kepala anak tidak normal (makrosefali=diatas jalur hijau, mikrosefali=dibawah garis hijau).

2.      Deteksi dini penyimpangan perkembangan
Deteksi dini penyimpangan perkembangan anak dilakukan di semua tingkat pelayanan. Adapun pelaksana dan alat yang digunakan adlah sebagai berikut:
Tingkat pelayanan
Pelaksana
Alat yang digunakan
Keluarga dan masyarakat
·         Orang tua
·         Kader kesehatan
§  Buku KIA

·         Petugas PAUD
·         Guru TK terlatih
§  KPSP
§  TDL
§  TDD
Puskesmas
·         Dokter
·         Bidan
·         Perawat
§  KPSP
§  TDL
§  TDD

3.      Deteksi dini penyimpangan mental emosional
Tujuan pemeriksaan ini untuk menemukan secara dini adanya masalah mental emosional, autisme dan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktifitas pada anak agar dapat segera dilakukan tindakan intervensi.
Jadwal deteksi dini masalah mental emosional adalah rutin setiap 6 bulan, dilakukan untuk anak yang berusia 36 bulan sampai 72 bulan. Jadwal ini sesuai  dengan jadwal skrining/pemeriksaan perkembangan anak. Alat yang digunakan adalah Kuesioner Masalah Mental Emosional (KMME) yang terdiri dari 12 pertanyaan untuk mengenali problem mental emosional anak  umur  36 bulan sampai 72 bulan.

BAB III

PENUTUP


A.    KESIMPULAN
      Pelayanan kesehatan anak balita adalah pelayanan di bidang kesehatan yang menyangkut kesehatan anak balita. Balita merupakan anak usia 1-5 tahun. Pelayanan kesehatan pada anak balita, meliputi:
1.      Pemeriksaan kesehatan anak balita secara berkala
2.      Penyuluhan pada orang tua
3.      Imunisasi dan upaya pencegahan penyakit
4.      Pemberian vitamin A, kapsul vit.A berwarna merah diberikan 2 kali dalam setahun
5.      Identifikasi tanda kelainan dan penyakit yang mungkin timbul pada bayi dan cara menanggulanginya

B.     SARAN

      Diharapkan para pembaca agar mengetahui bagaimana pentingnya pelayanan kesehatan anak balita sehingga tidak terjadi penyimpangan yang berhubungan dengan tumbuh kembang balita.



DAFTAR PUSTAKA

Hikmawati, Isna M.Kes. 2011. Promosi kesehatan untuk kebidanan. Nuha medika. Yogjakarta
http ://pelayanan kesehatan anak-balita.html diakses 4 Desember 2011 jam 14.36 WIB
http:// tujuan/sasaran-pelayanan kesehatan-pada anak-dan-balita.html diakses 4 Desember 2011 jam 15.00






Tidak ada komentar:

Posting Komentar